Tahap Dalam Menyusun Strategi Content Marketing yang Mampu Meningkatkan Pengunjung dan Penjualan

Strategi content marketing

Dalam bab pendahuluan, kita sudah paham bahwa content marketing sangat ampuh untuk 2 hal berikut ini:

  • Mendatangkan pengunjung
  • Mendorong mereka untuk membeli

Tapi konten yang mampu menghasilkan kedua manfaat itu bukan konten yang dibuat sembarangan. Bukan seperti konten-konten yang anda lihat di situs berita atau di sebagian besar blog.

Lebih dasarnya, tidak semua konten bisa disebut sebagai strategi content marketing.

Itulah 1 kesalahan yang paling umum.

Dalam bab panduan ini anda akan belajar bagaimana merencanakan strategi content marketing yang sempurna untuk bisnis anda sendiri.

Berikut Ini alasan mengapa anda harus meluangkan waktu untuk menyusun strategi

Biasanya, ketika bicara tentang content marketing orang-orang akan berpikir “Ah gampang, berarti saya tinggal bikin blog lalu diisi artikel. Selesai.”

Tapi kenyataannya tidak semudah itu.

Kita harus mengetahui permasalahan apa yang dihadapi oleh suatu pengusaha. Kemudian kita membuat konten yang menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sehingga orang-orang tersebut akan datang ke website anda.

Tapi belum selesai di situ.

Konten yang kita buat harus mampu menjembatani dari  menemukan solusi dari konten yang kita buat, dan tertarik akan promosi pada konten kita. Dari mereka mengunjungi konten anda, kemudian akhirnya membeli.

Jadi, kalau kita tidak punya strategi content marketing:

  • Perusahaan tidak akan menemukan website anda, atau
  • Perusahaan menemukan website anda, tapi tidak membeli

Sedangkan kalau kita sudah punya strategi, maka:

  • Kita mampu memancing perusahaan untuk datang
  • Kita mampu menjadikan perusahaan sebagai pembeli

Membuat strategi content marketing

Secara umum, ada 3 tahapan dalam content marketing.


Berbicara mengenai strategi, berikut ini 8 strategi content marketing untuk bisnis yang terbukti efektif, yaitu :

1. Menentukan tujuan konten

Secara umum dalam suatu strategi content marketing ada 3 tujuan utama pembuatan konten yaitu:

1. mendatangkan pengunjung website        2. meningkatkan kepercayaan.                    3. penjualan produk. 

Ketiga tujuan tersebut tidak bisa digabung satu sama lain, konten yang memiliki tujuan untuk mendatangkan visitor akan berbeda dengan konten yang berisi dengan penjualan.

Agar pengunjung Anda tidak merasa bosan, maka untuk konten bisa dibagi rata agar pengunjung merasa nyaman. Selain itu Anda perlu berhati-hati saat membuat konten tentang penjualan, buatlah semenarik mungkin agar konsumen Anda tertarik terhadap produk yang Anda miliki.

2. Mengenali audiens dan target pasar

Agar produk Anda sukses dan diterima oleh pasar, maka perlu melakukan analisa pasar terlebih dahulu tentang seberapa besar peluang dan persaingan yang ada. Selain itu Anda juga perlu mengetahui target audiens yang tepat. Dengan begitu Anda bisa mengatur jenis konten yang akan Anda berikan kepada pengunjung website sesuai dengan target market yang sedang Anda jalankan.

Berarti sekarang kita harus menyediakan konten yang menyelesaikan masalah (yang berhubungan dengan apa yang kita jual). Supaya tahu masalahnya, kita harus “kenal” dengan mereka.

Cara mengenalnya?

Dengan membuat buyer persona.

Buyerpersona adalah representasi semi-fiktif yang menggambarkan kustomer ideal berdasarkan riset pasar dan data dari kustomer anda.                Misalkanaya menjual susu bayi. Saya ingin membuat konten yang tepat untuk para pembeli. 

Untuk itu saya perlu tahu siapa sih orang-orang yang biasanya membeli produk ini? Umurnya kira-kira berapa, perilaku sehari-harinya bagaimana, apa permasalahan mereka?

Kita kumpulkan semua informasi tersebut, jadikan sebuah karakter.

Itulah buyer persona.

Lebih lengkapnya mengenai data yang diperlukan:

1. Pekerjaan jabatan dan deskripsi          pekerjaan

2. Biodata umur, perkiraan penghasilan, pendidikan, keluarga

3. Hobi rutinitas, ketertarikan, perilaku ber-internet

4. Ambisi(tujuan) dan halangan/tantangan

5. Apa yang bisa anda bantu untuk mencapai tujuan dengan begitu kita bisa membuat konten yang pas buat mereka.

Untukmempermudah, data-data tadi kita tuangkan dalam sebuah tabel, seperti ini:

Sekarang kita jadi tahu konten apa yang harus kita sediakan.

Bandingkan dengan kalau anda tidak punya bayangan sama sekali siapa yang akan anda pancing. Konten yang kita buat akan jadi ngawur dan tidak menarik bagi target pasar kita.

Maka dari itu, sekarang silahkan buat buyer persona anda.

3. Membuat perencanaan & pemetaan konten

Sampai sejauh ini, kita sudah tahu hal berikut:

  • Ada 3 tujuan konten
  • Satu konten tidak bisa memenuhi ketiganya sekaligus
  • Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu si buyer persona.

Sekarang, kita gabungkan semuanya.

Ini sekilas konsepnya:

Ada 2 jenis konten yang sering kita temui di internet. Saya suka mengibaratkan konten ini seperti nasi putih dan nasi merah.

Nasi putih itu “ringan”, dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Sedangkan nasi merah itu lebih berat, nutrisinya lebih banyak, tapi hanya orang-orang di kalangan tertentu yang suka mengkonsumsi nasi merah.

Konten juga seperti itu.

  1. Konten nasi putih: isinya ringan, bisa dinikmati oleh banyak orang, bahkan bisa berpotensi menjadi viral
  2. Konten nasi merah: isinya lebih mendalam, tentang industri bisnis anda, tidak bisa dinikmati oleh banyak orang, tapi orang-orang yang memang butuh bakal cinta dengan konten ini

Strategi content marketing anda harus mengandung kedua jenis nasi.

Konten nasi putih berfungsi untuk menarik pengunjung agar mendatangi website anda. Konten seperti ini akan membuat banyak orang kenal dengan website anda.

Sementara konten nasi merah akan membuat mereka yakin dan percaya dengan kualitas anda.

Supaya lebih formal, kita pisahkan jenis konten tersebut menjadi 3:

  1. Konten pengenalan
  2. Konten branding
  3. Konten penjualan

Dalam tahap perencanaan konten, tugas anda adalah melakukan pemetaan ide konten ke dalam masing-masing tipenya untuk tiap persona.

Seperti gambar berikut:

4. Mapping konten


Dengan menggunakan mapping konten, pembahasan yang ada pada website Anda bisa terarah dengan jelas tidak melenceng dari bahasan utama. Selain itu dengan melakukan mapping, Anda lebih mudah dalam melakukan optimasi SEO pada kata kunci tertentu. Dimulai dari kata kunci utama kemudian dicari kata kunci turunan dan kata kunci yang masih berhubungan dengan kata kunci utama.

5. Memahami strategi pembuatan konten

Setelah konten sudah di mapping dengan benar, maka kini saatnya melakukan strategi pembuatan konten. Membuat konten bukanlah hal yang mudah, apalagi membuat konten untuk penjualan. Yang paling mudah adalah konten pengenalan suatu produk, setelah itu baru dilanjut konten yang berisi branding. Selain itu dari segi jumlah, konten yang berisi pengenalan produk adalah yang paling banyak, kemudian baru konten branding dan yang terakhir konten penjualan.

6. Memilih Content Management System

Content Management System atau CMS adalah aplikasi yang memudahkan Anda dalam pengelolaan konten. Rekomendasi dari kami untuk CMS yang terbaik adalah menggunakan WordPress, selain memiliki pengguna terbesar di dunia, WordPress memiliki fitur paling lengkap dengan dukungan berbagai plugin yang semakin memudahkan Anda dalam memanage content marketing bisnis Anda.

7. Distribusi konten

Setelah konten terpublish masih ada lagi tugas yang perlu Anda lakukan yaitu distribusi konten. Bayangkan dalam 1 hari ada jutaan konten yang terpublish, lalu bagaimana bisa bersaing kalau Anda tidak mendistribusikan konten kepada audiens yang tepat? Anda bisa memulai share pada akun social media yang memiliki interest sama dengan bisnis Anda atau menggunakan email list building atau sosial media.

8. Audit hasil kerja

Yang terakhir adalah melakukan audit terhadap konten yang sudah Anda distribusikan. Apakah memiliki performa bagus atau tidak? Jika ada masalah nampaknya Anda perlu melakukan riset ulang dari awal agar lebih tepat sasaran. Selain itu Anda bisa menginstall Google Analytics untuk mengukur performa website dan konten yang Anda miliki.